Pindah Blog

24 10 2008

Alhamdulillah, akhirnya semua tulisan saya di berbagai blog telah mendapatkan rumah barunya terkumpul disatu blog yaitu.

http://www.cysco.co.cc

Semoga blog ini menjadi blog saya yang tetap dan terakhir.





Apenta.com DOWN?

11 03 2008

Hari ini puncaknya, setelah mencoba bersabar dan bersabar selama beberapa hari gara-gara hosting client saya di Apenta.com down, eh… hari ini malah hosting saya sendiri juga ikutan tidak bisa diakses, sekaligus dua buah yang juga sama-sama ada di Apenta.com.

Akhirnya saya coba telepon ke nomor telepon yang kebetulan ada di informasi whois.org untuk domain Apenta.com dan hasilnya shit! … Tersambung kesebuah rumah kontrakan milik pak Beni. Dan menurut informasi orang yang mengontrak rumah itu, bahwa Apenta.com sudah tidak mengontrak disitu lagi. Dan katanya lagi, jika ada orang yang menelpon menanyakan Apenta.com, Pak Beni meminta agar meninggalkan nama dan nomor telepon. Whats thats for?

Akhirnya coba mencari informasi mengenai masalah Apenta.com di Google.com, hasilnya ternyata ada banyak pelanggan yang senasib sedang kebingungan. Bahkan di Pintu.com, ada yang menyatakan akan men-somasi Apenta.com (2 hari lagi) tepatnya tanggal 13 Maret 2008 nanti, jika masih tidak ada jawaban/kejelasan dari Apenta.com.

Memang hal ini sangat menjengkelkan sekaligus menyedihkan, mengingat salah satu hostingku yang ada di Apenta.com sangatlah penting.  Ya Allah semoga masalah ini cepat selesai.





JG HK416

22 01 2008

HK416 adalah penyempurnaan dari M4 carbine, yang merupakan gabungan dari fitur-fitur terbaik M16/M4 family dan kehandalan dari G36. Lalu bagaimana dengan replika airsoftgunnya yang merupakan buatan Jing Gong, apakah kita dapat mengharapkan fitur terbaik dan kehandalan yang sama?

Jing Gong memproduksi JG HK416 dalam tiga versi, yaitu :

JG HK416 PEQ

  • Barrel pendek 10.5″
  • Pakai ANPEQ untuk tempat batere.
  • Batere bentuk biasa.

Karena pendek maka bisa digunakan untuk CQB, namun kekurangannya adalah karena keseluruhan rail terbuat dari metal dan ANPEQ berikut batere juga dipasang didepan, sementara bagian belakangnya, baik receiver maupun popor hanya terbuat dari plastik ABS, maka akibatnya bagian depan menjadi lebih berat dibandingkan bagian belakang.

JG HK416 CRANE (popor gendut)

  • Barrel pendek 10.5″
  • Pakai crane stock (popor gendut), tempat menyimpan batere.
  • Batere bentuknya pecah tiga.

Bentuknya juga pendek sehingga dapat digunakan untuk CQB, beratnya pun relatif lebih seimbang karena batere disimpan dipopor belakang yang lebih besar dan berat. Sayangnya bentuk baterenya harus disesuaikan yaitu batere yang pecah tiga, sehingga kalau upgrade, batere liponya pun harus pakai yang pecah tiga pula.

JG HK416 LONG (FULL/VE STOCK)

  • Barrel panjang 14.5″ (standar M4, inner barrel 365mm)
  • Popor full stock (mirip M16), buat tempat batere.
  • Batere bentuk biasa.

Bentuknya yang panjang membuat jenis ini tidak cocok buat main CQB, tapi kalau mau dikonvert menjadi sniper lebih cocok karena barrelnya yang panjang, tinggal pasang scope dan bipod. Beratnya juga lebih seimbang karena batere ditempatkan pada popor dibagian belakang.

EXTERNAL BODY

  • 70% Metal; secara umum body berwarna hitam (kecuali versi pertama ada yang rada berwarna grey). Cat pada bagian-bagian metalnya seperti biasa, agak mudah terkelupas. Bagian-bagian yang metal adalah keseluruhan foregrip, rail, front sight, rear sight, bolt cover, dust cover, mag release, trigger, trigger guard, cantolan sling dan flash hidder. Bagian lainnya seperti receiver, handgrip dan stock seperti biasa terbuat dari plastik ABS berkualitas tinggi.
  • Full Marking; pada body sudah terdapat marking H&K yang lengkap diseluruh bagian, sebagaimana aslinya, yaitu pada bagian kiri dan kanan receiver, pada bagian fire selector (menggunakan gambar bullet mirip seperti pada MP5).
  • Full Side RIS; agak mirip S-System namun dengan full rail, baik pada sisi atas, kiri, kanan dan bawah. Sehingga sangat memudahkan untuk memasang aksesoris seperti laser, ACOQ, dan lainnya, disisi manapun. Keseluruhan rail terbuat dari metal, pada rail bagian atas terdapat nomor posisi rail.
  • Front & Rear Sight; agak berbeda dari front/rear sight M4/M16 biasanya, yaitu front sight agak mirip punya Minimi dan dapat dilipat kedepan, sementara real sight mirip seperti punya MP5.
  • Handgrip; juga agak berbeda dari handgrip standar M4/M16, handgripnya bergaya H&K sendiri.

INTERNAL PART

  • Reinforced Gearbox V2; yang merupakan clone dari Systema Gearbox V2 dan gearbox ini pula yang nantinya akan dijadikan gearbox V2 standar Jing Gong untuk semua produknya di tahun 2008 ini.
  • Crome Cylinder; seperti beberapa produk sebelumnya Jing Gong tidak lagi memakai cylinder kuningan, kini menggunakan cylinder krome yang lebih licin dan tentunya lebih baik daripada cylinder berbahan kuningan.
  • Metal Spring Guide; meskipun bahannya kurang begitu bagus dan tidak pakai bearing,spring guide metal ini sudah cukup kuat untuk menahan upgrade sampai spring 150. Namun tetap disarankan untuk mengganti spring guide ini dengan kualitas yang lebih baik.
  • Metal Bushing; tidak perlu pusing lagi untuk menganti bushing karena bushing metal standar ini sudah cukup bagus dan kuat.
  • Reinforced Gears; masih tipe flat gear, namun kini bahannya lebih keras dan kuat.
  • Hi-Torque Motor; motor standar ini kuat untuk menarik sampai spring 130 hanya dengan menggunakan batere standar saja.
  • Spring 120; spring standar yang pada awal-awalnya bisa mencapai 420FPS bahkan lebih. Namun spring standar ini cepat turun fps yang dihasilkannya, sehingga juga disarankan untuk menggantinya dengan spring yang lebih bagus.

TESTIMONIAL

Saat pertama mencoba JG HK416 ini memang sangat dirasakan lebih berat didepan. Sehingga penambahan vertical grip akan sangat memudahkan dan membantu untuk mengangkat sekaligus membidik sasaran. Dan karena tidak adanya carry handel, maka pasanglah sling saat bermain.  Pada waktu ditembakkan suara gearbox terdengar cukup lembut dan halus, tapi yang mengagetkan adalah suara benturan piston head dan cylinder head yang terdengar sangat keras dan kencang. Tak heran ketika dichrono terbaca 420FPS sampai dengan 450FPS.

Kesimpulannya JG HK416 adalah AEG yang wajib dikoleksi oleh pencinta M4/M16. Karena hampir tidak ada yang salah dengan JG HK416 ini. Kecuali bagian receiver yang sayangnya masih terbuat dari plastik ABS, sementara trend AEG yang keluar ditahun 2008 ini rata-rata menggunakan body full metal semua. Jadi untuk sebuah AEG dengan harga sekitar 2,5 juta rupiah rasanya kita seharusnya bisa mendapatkan AEG dengan body full metal seluruhnya.

SHOWCASE

Rear Sigth, mirip MP5 kan.

Front sight, bisa dilipat kedepan dan marking nomor pada rail.

Marking pada bagian kanan, lihat bagian fire selector yang bergambar bullet mirip dengan MP5. Bagian handgrip juga terlihat berbeda.

Marking pada bagian kiri, full HK marking.

Reinforced gearbox V2, crome cylinder, terlihat juga sedikit bagian spring guide yang juga terbuat dari metal.





Antara Aku, Delphi dan House Music

28 11 2007

Kira-kira apa ya hubungannya? hehehe…

Entah kenapa tiap kali aku mulai menggarap program dengan Delphi, selalu saja pilihan musik yang aku dengarkan adalah jenis house music. Kenapa? aku sendiri tidak tau kenapa, padahal aku bukan penggemar jenis musik tersebut.

Malah aku lebih menyukai musik-musik degeung sunda, jazz ala Bossanova dan alternatif seperti Linkinpark, selebihnya netral aja kalau jenis-jenis lain ya tergantung yang lagi hit apa. Sementara house music sepertinya sama sekali bukan seleraku, bahkan disaat-saat dulu waktu masih ramai dugem, tiap kali keluar masuk diskotik bukannya jadi senang, yang ada aku malah merasa puyeng.

Tapi anehnya disaat sedang menggarap program aku lebih memilih ditemani lagu house music. Apa mungkin karena beat nya yang relatif monoton cepat, dan jika terulang-ulang gak begitu terasa?

Bayangkan jika dalam sehari aku bisa mengerjakan program selama 20 jam lebih itu artinya jika dalam sebuah album ada 10 lagu dan rata-rata panjang perlagu adalah 5 menit. Maka aku akan mengulang sebuah lagu yang sama sebanyak 240x. Edan…

Terulang-ulang, hal ini pernah menjadi bahasan yang ramai dikantor. Waktu itu aku lagi menyukai sebuah lagu, jadi cuman ada satu lagu tersebut dalam playlist WinAmp-ku. Rupanya tanpa terasa seharian penuh aku cuman memutar sebuah lagu itu saja, bayangkan aja berapa kali kira-kira lagu tersebut terulang-ulang. Aku sendiri pun hampir tidak merasa karena asik dengan berbagai pekerjaan. Dan ketika jam kerja hampir usai seorang rekanku berkata, apa gak capek yah… dia nyanyi seharian. Heh?





DBGrid UpperCase Field Entry

28 11 2007

Kalau di DBEdit sudah ada fungsi yang mengotomatiskan isian menjadi UpperCase/huruf besar. Tapi kalau di DBGrid tidak ada fungsi seperti itu. Padahal kadang aku perlu kolom isian yang harus dikonvert menjadi huruf besar (misalnya: nama, judul, dsb.) agar rapi. Berikut fungsi yang harus ditambahkan pada DataSet yang bersangkutan.

procedure TFrmForm1.tDataSet1BeforePost(DataSet: TDataSet);
begin
DataSet1Field1.AsString := UpperCase(DataSet1Field1.AsString);
end;

Jadi logikanya adalah menambahkan sebuah fungsi sebelum dataset tersebut disimpan (BeforePost), field-field yang perlu di rubah menjadi huruf besar tinggal ditambah/rubah disitu.





DBGrid Row Color

28 11 2007

Kadang jika data yang ditampilkan disebuah DBGrid jumlahnya sudah ratusan akan sangat susah melihatnya dengan nyaman. Karena itu diperlukan untuk memberikan warna berselang-seling antar row/baris nya sehingga data yang ditampilkan lebih jelas pemisahannya dan nyaman untuk dilihat.

procedure TFrmForm1.DBGrid1DrawColumnCell(Sender: TObject;
const Rect: TRect; DataCol: Integer; Column: TColumn;
State: TGridDrawState);
begin
if not(gdSelected in State) then
begin
if (DataSet1.RecNo mod 2) = 0 then
DBGrid1.Canvas.Brush.Color := clSkyBlue;
DBGrid1.DefaultDrawColumnCell(Rect, DataCol, Column, State);
end;
end;

Sudah aku buat sesingkat mungkin. Logikanya berdasarkan itu row ganjil atau genap. Serta ditambahkan fungsi jika row tersebut dalam kondisi selected/dipilih maka tidak perlu diganti warnanya, karena kalau diganti akan tidak tampak di select. Jangan lupa sesuaikan teks yang berwarna merah dengan program kamu.





Ikan Cupang Hias-ku Memijah

20 11 2007

Berawal dari rasa penasaran pengen liat bagaimana proses pemijahan ikan Cupang Hias (Betta Slayer), aku membeli sepasang ikan Cupang Hias dewasa dan sebuah aquarium kecil yang ku taruh disaping meja kerjaku. Waktu itu kurang lebih modalnya cuman 30 ribu rupiah.

Hari-hari pertama memang tidak ada tanda-tanda ikan itu kawin, bahkan yang ada ikan betinanya lari kesana-kemari saat dikejar yang jantan. Namun kemudian ikan jantan nampak membuat sarang busa, yang dia buat menggunakan mulutnya. Lucu juga saat melihat ikan jantan itu mengeluarkan gelembung-gelembung kecil udara dari mulutnya.

Dan hari ini, kira-kira seminggu sudah aku memelihara ikan Cupang Hias ini. Untuk pertama kalinya aku melihat mereka kawin. Keduanya membelitkan diri masing-masing menekuk badannya membentuk huruf U.

Sore harinya terlihat telur-telur berwarna putih sudah memenuhi busa yang sebelumnya dibuat oleh ikan jantan. Artinya sebentar lagi aku punya ikan-ikan Hias Cupang kecil nih.





Anggota Keluarga Baru

20 11 2007

Akhirnya, setelah saya pulang dari Surabaya baru si jagoan kecil ini nongol. Padahal udah ditungguin hampir setengah bulan, malu ya?

Ya, inilah anggota keluarga baru kami, anak ke-3 kakak, sekaligus cucu pertama laki-laki dalam keluarga besar kami yang selama ini ditunggu-tunggu. Lahir hari Kamis, 15 September 2007 dengan berat 3,6kg.

Bapak yang sehari sebelumnya, berada di Yogyakarta mengurus pemakaman mbah putri, juga langsung ke Surabaya untuk melihat jagoan kecil ini. Malah saya yang sudah menunggu-nunggu hampir 2 minggu tidak sempat melihatnya.





Italian Job, The

19 11 2007

Film ini adalah remake dari film berjudul yang sama yang rilis pada tahun 1969. Meski sudah diputar dibioskop sejak tahun 2003, saya baru menontonnya beberapa hari yang lalu, sebagai tambahan koleksi DVD film saya.

Dari beberapa aktor dan aktrisnya, yang paling saya kenal adalah Mark Walhberg yang berperan sebagai Charlie, yang bertugas sebagai sang perencana dari tiap aksi. Oh ya film ini menceritakan tentang sekelompok pencuri, yang mencuri emas batangan dari brankas di sebuah rumah di Vienna. Yang kemudian salah seorang diantara mereka berkhianat dan mengambil semua emas batangan tersebut. Pada emas batangannya terdapat gambar penari Bali lho.

Kelompok pencuri tersebut terdiri dari berbagai macam individual dengan berbagai keahliannya. Ada yang ahli balap, ahli bahan peledak, ahli membuka brankas dan ahli komputer yang katanya sih dia yang menciptakan Napster. Kurang lebih seperti kelompok Ocean Elevent, Twelve atau Thirten.

Plot ceritanya ya terfokus pada bagaimana mereka mengambil kembali emas batangan dari teman mereka yang berkhianat tersebut. Dan yang paling keren adalah mobil yang mereka gunakan, yaitu Aston Martin* Mini Cooper. Mobil mini yang sangat imut, keren dan mantab dibawa ngebut dijalan-jalan yang sempit.

*) Sepertinya Mini Cooper yang sekarang buatan BMW.

Meski hampir tidak ada aksi tembak-tembakannya, namun saya relatif lebih menyukai film-film yang seperti ini. Membuat kita turut berfikir dan berkonsentrasi mengikuti tiap trik mereka. Bagi yang mengukai film-film seperti Entrapment atau trilogi Ocean, jangan sampai ketinggalan untuk menonton film ini juga.





Expired Date Tidak Jelas

19 11 2007

Pencantuman tanggal kadaluarsa atau expired date, pada barang dagangan khususnya makanan dan minuman serta obat-obatan sangatlah penting. Karena tidak sedikit bahan makanan, minuman maupun obat yang jika kita konsumsi setelah lewat tanggal kadaluarsanya malah akan menjadi racun.

Namun sayangnya sering kali kita kesulitan menemukan tanggal kadaluarsa pada sebuah kemasan produk makanan, minuman atau obat. Salah satunya adalah karena tiap-tiap kemasan mencantumkan tanggal kadaluarsa pada tempat yang berbeda-beda, ada yang dicetak di tutup, label depan, label belakang, bagian dasar dan daerah kemasan lainnya. Sehingga tak jarang kita harus bolak-balik hanya untuk mencari tanggal kadaluarsa tersebut.

Cara penulisannya pun berbeda-beda, ada yang cuman terlihat seperti kode ‘130809′, ada juga yang disingkat ‘13 Agt 09′, bahkan yang lengkap ‘13 Agustus 2009′. namun untuk yang terakhir rasanya jarang sekali kita jumpai, kebanyakan ditulis cuman sebagai kode.

Hal ini dipeparah lagi dengan cetakan yang kadang tidak jelas, sehingga sulit dibaca. Hal ini disebabkan karena sistem pencetakan yang digunakan, baik menggunakan teknik pemanasan, embosing maupun printing yang hanya seadanya dicetak diatas kemasan yang sudah jadi. Terkadang pada latar kemasan yang gelap sehingga semakin menyulitkan untuk dibaca.

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Diantaranya adalah melakukan standarisasi posisi pencetakan tanggal kadaluasa tersebut. Yang paling bagus sepertinya bisa ditempatkan didekat barcode, bisa diatasnya, disamping atau dibawahnya. Karena biasanya barcode mudah dicari pada setiap kemasan.

Kemudian latar wajib berwarna putih dan tanggal berwarna hitam, sehingga cetakan tanggal kadaluarsa bisa terbaca dan terlihat dengan jelas. Karena kita lihat latar barcode biasanya juga berwarna putih dan barcodenya sendiri berwarna hitam.

Dan yang terakhir adalah standarisasi format tanggal, meskipun tidak terlalu penting namun hal inipun setidaknya bisa turut memperjelas.

Mungkin ini bisa menjadi masukan untuk balai POM, tentang bagaimana bagaimana mengatasi masalah tanggal kadaluarsa ini. Sehingga memudahkan konsumen untuk mengeceknya pada produk. Karena bagaimanapun hal ini sangat penting bagi perlindungan konsumen, jangan sampai nanti ada pengaduan ke YLKI mengenai tanggal kadaluarsa yang tidak jelas ini.